PENGARUH AROMATERAPI ESSENTIAL OIL PAPPERMINT TERHADAP PENURUNAN RESPIRATORY RATE PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU

Dirga Setianto1* Indhit tri Utami2 Sapti Ayubbana3
(1) Akper dharma wacana
(2) Akper Dharma wacana
(3) Akper dharma wacana
(*) Corresponding Author

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang di sebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sesak nafas pada tuberculosis paru di temukan pada penyakit yang sudah lanjut, gejala ini di temukan bila kerusakan perenkim paru sudah meluas. Salah satu upaya nonfarmakologi yang dapat dilakukan untuk menurunkan sesak nafas adalah dengan aromaterapi essential oil pappermint. Penatalaksanaan yang akan diterapkan penulis pada karya tulis ilmiah ini yaitu pemberian aromaterapi essential oil pappermint. Desain penerapan yang digunakan adalah study kasus. Subyek penerapan adalah pasien TB paru yang mengalami sesak nafas. Instrumen penerapan yang di gunakan dalam pengumpulan data adalah  lembar observasi frekuensi pernafasan. Pengumpulan data menggunakan pengkajin dan intervensi. Hasil penerapan ini menunjukan bahwa sebelum dan sesudah dilakukan penerapan mengalami penurunan frekuensi pernafasan.Kesimpulan: Penerapan  aromaterapi essential oil pappermint ini dapat di gunakan sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu mengurangi sesak nafas pada tuberkulosis paru.

 

Kata Kunci: Tuberkulosis Paru, Sesak Nafas, Aromaterapi Essential Oil Pappermint

Full Text:

PDF

References


Amelia S., Oktorina, R., Astuti, N. (2018). Aromaterapi Peppermint Terhadap Masalah Keperawatan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Anak Dengan Bronkopneumonia. Diunduh Pada Tanggal 1 Agustus 2020 pukul 20:00 WIB dalam web site: https://ojs.fdk .ac.id/index.php/Nursing/article/view/266

Dinkes Kota Metro. (2019). Profil Kesehatan Kota Metro. Kasie Surveilans & Epidemiologi Dinas Kesehatan Kota Metro. Diunduh pada tanggal 10 Februari 2020 pukul 11.00 WIB dalam web site.

Hairunnisah. (2018). Uji Keefektifan Aromaterapi Minyak Atsiri Daun Mint (Mentha Arvensis L) Sebagai Antidepresan Pada Mencit (Mus Musculus). Diunduh Pada Tanggal 25 Juli 2020 Pukul 20:00 WIB Dalam Web Site:https://adoc.tips/qu eue/ujikeefektifan-aromaterapi-minyak-atsiri-daunmintmentha-a.html

Hutabarat, V., Sitepu, SA., Sinambela, M. (2019). Pengaruh Inhalasi Sederhana Menggunakan Aromaterapi Daun Mint (Mentha Piperita) Terhadap Penurunan Sesak Nafas Pada Pasien Tubercolosis Paru di Puskesmas. Diunduh Pada Tanggal 04 Februari 2020 pukul 20:00 WIB dalam web site: http://ejournal.delihus ada. ac.id/index.php/JPK2R/article/view/101

LeMone, P., Burke, KM & Bauldoff, G. (2015). Buku Ajar Keperawatan MedikalBedah Volume 4. alih Bahasa: Subekti, B N, Jakarta: EGC.

Ningrum, EO. (2019). Pemberian inhalasi sederhana dengan daun mint untuk mengatasi masalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada an. x di kabupaten magelang. Diunduh pada tanggal 15 Juni 2020 pukul 13.00 WIB dalam website http://eprintslib.ummgl.ac.id/769/1/16.0601.0032_BAB%20I_BAB%20II_BAB%20III_BAB%20V_DAFTAR%20PUSTAKA.pdf

Siswantoro, E. (2015). Pengaruh Aroma Terapi Daun Mint Dengan InhalasiO Sederhana Terhadap Penurunan Sesak Nafas pada Pasien Tuberculosis Paru. Diunduh Pada Tanggal 10 Maret 2020 Pukul 08.00 WIB dalam web site:http://jurnalonl ine.lppmdianhusada.ac.id/index.php/article/download/30/9.

World Health Organization. (2018). Global Tuberculosis Report. Diunduh pada Tanggal 10 Februari 2020 pukul 13.30 WIB dalam web site: http://www .who.int/mediacentre/factsheets/fs104/en/


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Cendikia Muda

Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id