PENERAPAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS METRO

Bella sasi lutfi, Ludiana Ludiana, Asri tri Pakarti

Abstract


Diabetes melitus (DM) atau kencing manis adalah penyakit dimana kadar gula di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin. Komplikasi yang dapat terjadi pada diabetes melitus apabila kadar gula darah tidak tertangani antara lain dapat terjadi ketoasidosis diabetik, penyakit ginjal, mata, neuropati, stroke dan penyakit vaskular perifer. Penatalaksanaan yang diterapkan penulis untuk menurunkan kadar gula darah dalam karya tulis ilmiah ini yaitu penerapan relaksasi otot progresif. Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus (case study). Subyek yang digunakan yaitu dua pasien dengan diabetes melitus. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dengan melihat kadar gula darah sebelum dan setelah penerapan. Hasil penerapan menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan relaksasi otot progresif selama 7 hari, terjadi penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus, yaitu pada subyek I (Tn. B) dari 221 menjadi 131 mg/dl dan pada subyek II (Ny. M) dari 275 menjadi 185 mg/dl. Kesimpulan: penerapan relaksasi otot progresif dapat menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Saran: bagi pasien diabetes melitus hendaknya dapat melakukan penerapan relaksasi otot progresif secara mandiri untuk membantu menurunkan atau mengontrol kadar gula darah.

Kata Kunci      :  Diabetes Melitus, Kadar Gula Darah, Relaksasi Otot Progresif.

 


Full Text:

PDF

References


Wahyuni, K .I. (2019). Diabetes Mellitus. Surabaya: CV. Jakad Media Publishing.

WHO. (2020). WHO reveals leading causes of death and disability worldwide: 2000-2019. diakses pada tanggal 06 Februari 2021 pukul 19.00 WIB dalam: https://www.who.int/.

Kemenkes RI. (2019). Riskesdas 2018. Kementrian Kesehatan RI. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Dinkes Kota Metro. (2020). Profil Kesehatan Kota Metro tahun 2019. Kota Metro: Dinas Kesehatan Kota Metro.

Medical Record Puskesmas Metro Pusat. (2020). 10 Besar Penyakit di Puskesmas Metro Pusat.

Padila. (2012). Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta : Nuha Medika.

Wijaya, S.A & Putri., M.Y. (2013). KMB 2: Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta: Nuha Medika.

Damayanti, S. (2015). Diabetes Melitus dan Penatalaksanaan Keperawatan. Yogyakarta : Nuha Medika.

Hasaini, Asni. (2015). Effectiveness Muscle Progressive Relaxation (PMR) Toward To Blood Glucose Levels Of Diabetes Mellitus Type 2 Patients Group In The Martapura Public Health Centre. Caring, Vol.2 (1), hlm.16-27.

Potter, P A & Perry, A G. (2010). Fundamentals of Nursing Fundamental Keperawatan Buku 2 Edisi 7. alih Bahasa: Nggie, A F & Albar, M. Jakarta: Salemba Medika.

Hardiyati. (2020). Kecemasan Saat Pandemi Covid-19. Gowa: Jariah Publishing Intermedia.

Komariah, K., & Rahayu, S. (2020). Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Gula Darah Puasa Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Klinik Pratama Rawat Jalan Proklamasi, Depok, Jawa Barat. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 41-50.

LeMone, P., Burke, KM & Bauldoff, G. (2015). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Volume 2. Alih Bahasa: Subekti, B N. Jakarta: EGC.

Santoso, A., Trijayanto, P A & Endiyono. (2017). Hubungan Riwayat Garis Keturunan dengan Usia Terdiagnosis Diabetes Melitus Tipe II. Jurnal Keperawatan The 6th University Research Colloquium 2017. Universitas Muhammadiyah Magelang ISSN 2407-9189.

Adnan, M., Mulyati, T & Isworo, J T. (2013). Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 Rawat Jalan di RS Tugurejo Semarang. Jurnal Unimus April 2013, Volume 2, Nomor 1.

Paramitha, G. M. (2014). Hubungan Aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Fradina, B & Nugroho, P.S. (2020). Hubungan Riwayat Keluarga Diabetes Melitus dan Riwayat Hipertensi dengan Kejadian Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Samarinda Tahun 2019. Borneo Student Research eISSN: 2721-5727, Vol 1 No 3,2020

Purwono, J, Ludiana., Fitri, N. L., Hasanah, U., & Ayubbana, S. (2020). Effects of Sleep Quality Towards Blood Glucose Levels As At Type Ii Diabetes Mellitus Patients. Systematic Reviews in Pharmacy, 11(11), 223-226.

Mitra, A. (2008). Diabetes and Stress. Ethno-Med, 2 (2): 131-135, (Online), (http://www.krepublis hers.com/02 Journals/S EM/EM -02-0-000 08-Web/EM-02-2- 000-08-Abst-PDF/EM,02 2 131- 08-046-Mitra-A/EM-02 2-131- 08-046-Mitra-A-Tt. pdf,

Dolongseda, F. V., Masi, G. N., & Bataha, Y. B. (2017). Hubungan pola aktivitas fisik dan pola makan dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe ii di poli penyakit dalam rumah sakit pancaran kasih gmim manado. e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 5 Nomor 1

Saleh., L.M., dkk. (2019). Teknik Relaksasi Otot Progresif pada Air Traffic Controller (ATC). Yogyakarta: ISBN Elektronik.

Dewi, E. N. S., Suriadi & Nurfianti, A. Pengaruh Latihan Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Pontianak Selatan. Jurnal ProNers, 4(1).

Safitri, W., & Putriningrum, R. (2019). Pengaruh Terapi Relaksasi Progresif Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian, 16(2), 47-54.

Karokaro, T. M., & Riduan, M. (2019). Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam. Jurnal Keperawatan Dan Fisioterapi (Jkf), 1(2), 48-53.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Cendikia Muda

Published by :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdharmawacana.ac.id