PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JEND. AHMAD YANI METRO

Dorkas Gole Ngongo1* Anik Inayati2 Immawati Immawati3
(1) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(2) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(3) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(*) Corresponding Author

Abstract

Hipertensi merupakan tekanan di dalam pembuluh darah melebihi 140 mmHg (sisitolik) dan 90 mmHg (diastolik) pada dua kali pengukuran atau lebih. Hipertensi menimbulkan risiko morbiditas atau mortalitas dini, yang meningkat saat tekanan darah sistolik dan diastolik meningkat. Penatalaksanaan non-farmakologis dapat dilakukan dengan mempertahankan berat badan ideal, mengurangi asupan natrium (sodium), batasi konsumsi alkohol, menghindari merokok, penurunan stres, dan terapi. Terapi nonfarmakologi juga dapat dilakukan dengan menggunakan teknik relaksasi napas dalam. Relaksasi napas dalam dapat menurunkan intensitas nyeri, meningkatkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigenasi darah. Tujuan: menggambarkan penerapan teknik relaksasi napas dalam untuk penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD Jend. Ahmad Yani Metro. Metode: menggunakan desain studi kasus. Subyek penerapan adalah 1 orang pasien yang menderita hipertensi. Hasil: Hasil pengukuran tekanan darah sebelum dilakukan penerapan relaksasi napas dalam, subyek menderita hipertensi derajat I dengan tekanan darah 159/90 mmHg. Hasil pengukuran setelah dilakukan penerapan relaksasi napas dalam terjadi penurunan tekanan darah pada Ny M. Rata-rata tekanan darah sistolik berada pada 148 mm Hg dan rata-rata tekanan darah diastolik 83 mmHg (Hipertensi derajat I). Kesimpulan: Penerapan teknik relaksasi napas dalam mampu menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Keluarga klien agar menggunakan penanganan non farmakologi sehingga tidak bergantung pada pemberian diuretik sebagai penyerta pengobatan hipertensi

Full Text:

PDF

References


Kementerian Kesehatan Republik

Indonesia. (2019). Hari Hipertensi Dunia

: Know Your Number, Kendalikan

Tekanan Darahmu dengan Cerdik. Diakses

tanggal 29 Maret 2021.

www.depkes.go.id>article>view>

harihipertensidunia2019.

Rekam Medik Rumah Sakit Umum Daerah

Jenderal Ahmad Yani Metro. (2021). 10

Besar Penyakit di Ruang Anak 2020. Metro

Smeltzer, S. C (2020). Keperawatan

Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi

Jakarta: EGC.

Wijaya, A. S & Putri, Y. M. (2013).

Keperawatan Medikal Bedah (Keperawatan

Dewasa). Yogyakarta: Nuha Medika.

Solehati, T & Kosasih, C. E. (2015).

Konsep dan Aplikasi Relaksasi dalam

Keperawatan Maternitas. Bandung: PT.

Refika Aditama.

Hartanti, R.D, Wardana, D.P & Fajar, R.A.

(2016). Terapi Relaksasi Napas Dalam

Menurunkan Tekanan Darah Pasien

Hipertensi. Universitas Kristen Indonesia.

Jurnal JKFT: Universitas Muhammadiyah

Tenggerang Vol. 5, No. 1, Tahun 2020.

Triyanto, E. (2014). Pelayanan

Keperawatan bagi Penderita Hipertensi

secara Terpadu. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Nurhidayat, S. (2016). Asuhan

keperawatan pada Pasien Hipertensi. Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Press.

LeMone, P., Burke, K. M & Bauldoff, G.

(2015). Buku Ajar keperawatan Medikal

Bedah Volume 3.alih bahasa: Subekti, B.N.

Jakarta: EGC.

Muttaqin, A. (2012). Asuhan Keperawatan

Klien dengan Gangguan Sistem

Pernafasan.Jakarta: Salemba Medika.

Potter,P.A., & Perry, A.G. (2010).

Fundamental Keperawatan Buku 2 Edisi 7.

Jakarta: SEA.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Cendikia Muda

Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id