PENERAPAN FISIOTERAPI DADA DAN BATUK EFEKTIF UNTUK MENGATASI MASALAH KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAPAS PADA PASIEN TB PARU DI KOTA METRO

Kurnia Rifki Ashari1* Sri Nurhayati2 Ludiana Ludiana3
(1) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(2) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(3) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(*) Corresponding Author

Abstract

Tuberculosis paru merupakan penyakit infeksi disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis yang secara khasditandai oleh pembentukan granuloma dan menimbulkan nekrosis jaringan. Penyakit ini bersifat menahun dandapat menular dari penderita ke orang lainBentuk intervensi keperawatan yang bisa diterapkan pada masalah bersihan jalan napas adalah fisioterapi dada dan batuk efektif. Tujuan penerapan ini adalah untuk mengatasi masalah keperawatan bersihan jalan napas pasien TB paru menggunakan terapi fisioterapi dada dan batuk efektif. Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus. Subjek yang digunakan satu orang pasien TB paru. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penerapan menunjukkan bahwa sebelum penerapan, subyek mengalami masalah bersihan jalan napas yang ditandai dengan RR 28 x/menit, suara napas ronchi dan tidak mampu mengeluarkan sputum. Setelah penerapan, bersihan jalan napas subyek teratasi yang ditandai dengan RR 22 x/menit, tidak ditemukan suara ronchi dan subyek telah mampu mengeluarkan sputum. Disarankan bagi penderita TB paru yang mengalami masalah bersihan jalan napas hendaknya dapat melakukan teknik batuk efektif secara mandiri untuk membantu membersihkan secret yang menumpuk pada jalan napas.

Full Text:

PDF

References


Manurung, S., Suratun,

Krisanty, P., & Ekarini, N. L.

P. (2013). Seri Asuhan

Keperawatan Gangguan

Sistem Pernafasan Akibat

Infeksi. Jakarta: CV. Trans

Info Media.

WHO. (2018). Global WHO

report on tuberculosis 2018.

Retrieved from

https://www.who.int/tb/public

ations/global_report/en/

Kemenkes RI. (2018a).

Laporan Nasional

RISKESDAS 2018. Jakarta:

Badan Penelitian dan

Pengembangan Kesehatan RI.

Wijaya, A. S., & Putri, Y. M.

(2013). KMB1 Keperawatan

Medikal Bedah: keperawatan

dewasa. In Buku 1 (Edisi 1).

Yogyakarta: Nuha Medika.

Tahir, R., Imalia, D. S. A., &

Muhsinah, S. (2019).

Fisioterapi Dada Dan Batuk

Efektif Sebagai

Penatalaksanaan

Ketidakefektifan Bersihan

Jalan Nafas Pada Pasien TB

Paru Di RSUD Kota Kendari.

Health Information : Jurnal

Penelitian, 11(1), 20–25.

https://doi.org/10.36990/hijp.v11i1.87

Sandra, K. (2014). Pengaruh

Fisioterapi Dada Terhadap

Bersihan Jalan Nafas Pasien

Dengan Tuberkulosis Paru

Di Ruang Rawat Inap Paru

RSUD Dr Achmad Mochtar

Bukittinggi Tahun 2014.

Skripsi. STIKEs Perintis

Sumatra Barat.

Black, J. M., & Hawks, J. H.

(2014). Keperawatan

Medikal Bedah: Manajemen

Klinis untuk Hasil yang

Diharapkan (Edisi 8, Vol. 3;

A. Suslia & P. P. Lestari,

Eds.; R. A. Nampira,

Yudhistira, & S. citra Eka,

Trans.). Singapura: Elsevier

Inc.

Muttaqin, A. (2014). Buku

Ajar Asuhan Keperawatan

Klien dengan Gangguan

Sistem Pernapasan. Jakarta:

Salemba Medika.

Lumbantoruan, M. (2019).

Pengaruh Fisioterapi Dada

Terhadap Frekuensi

Pernapasan pada Pasien TB

Paru di RSU. Royal Prima

Medan. Jurnal Keperawatan,

(2), 83–91.

artapHasaini, A. (2018).

Pengaruh Teknik Relaksasi

Napas Dalam dan Batuk

Efektif Terhadap Bersihan

Jalan Napas Pada Klien

dengan TB Paru di Ruang Al

Hamil RSUD Ratu Zalecha

Mura. Dinamika Kesehatan,

(2), 240–251.

Tahir, R., Imalia, D. S. A., &

Muhsinah, S. (2019).

Fisioterapi Dada Dan Batuk

Efektif Sebagai

Penatalaksanaan

Ketidakefektifan Bersihan

Jalan Nafas Pada Pasien TB

Paru Di RSUD Kota Kendari.

Health Information : Jurnal

Penelitian, 11(1), 20–25.

https://doi.org/10.36990/hijp.

v11i1.87

Notoatmodjo, S. (2012).

Metodologi Penelitian

Kesehatan (Edisi Revisi).

Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Dotulong, J. F. J., Sapulete,

M. R., & Kandou, G. D.

(2015). Hubungan Faktor

Risiko Umur, Jenis Kelamin

Dan Kepadatan Hunian

Dengan Kejadian Penyakit

Tb Paru Di Desa Wori

Kecamatan Wori. Jurnal

Kedokteran Komunitas Dan

Tropik, 3(2), 57–65.

Korua, E. S., Kapantow, N.

H., & Kawatu, P. A. . (2015).

Hubungan Antara Umur, Kepadatan Hunian Dengan

Kejadian TB Paru Pada

Pasien Rawat Jalan Di

Rumah Sakit Umum Daerah

Noongan. Jurnal Unsrat,

Fakultas K(1), 1–9.

Budiman, & Riyanto, A.

(2013). Kapita Selekta

Kuesioner: Pengetahuan dan

Sikap dalam Penelitian

Kesehatan. Jakarta: Salemba

Medika.

Loihala, M. (2016). FaktorFaktor Yang Berhubungan

Dengan Kejadian TB Paru

Pada Pasien Rawat Jalan Di

Poli RSUD Schollo Keyen

Kabupaten Sorong Selatan

Tahun 2015. Jurnal

Kesehatan Prima, 10(2),

–1671.

Arikhman, N. (2019).

Hubungan Perilaku Merokok

dengan Kejadian

Tuberkulosis Paru Pada

Pasien Balai Pengobatan

Penyakit Paru-Paru. Ipteks

Terapan, 5(4), 19. Retrieved

from

http://ejournal.lldikti10.id/ind

ex.php/jit/article/view/4258/1

Katiandagho, D., & Fione, V.

R. (2018). Hubungan

Merokok Dengan Kejadian

TB Paru Di Wilayah Kerja

Puskesmas Tatelu Kecamatan

Dimembe. E Journal

Poltekkes Manado, 1(1),

–593. Retrieved from

https://ejurnal.poltekkesmanado.ac.id/index.php/prosi

ding2018/article/view/474

Manurung, S., Suratun,

Krisanty, P., & Ekarini, N. L.

P. (2013). Seri Asuhan

Keperawatan Gangguan

Sistem Pernafasan Akibat

Infeksi. Jakarta: CV. Trans

Info Media


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Cendikia Muda

Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id