PENERAPAN ACTIVE LOWER ROM TERHADAP NILAI ANKLE BRANCHIAL INDEX PASIEN DM TIPE 2

Intan Puji Lestari1* Uswatun Hasanah2 Nia Risa Dewi3
(1) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(2) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(3) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(*) Corresponding Author

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah suatu keadaan tubuh tidak dapat menghasilkan hormon insulin sesuai kebutuhan atau tubuh tidak dapat memanfaatkan secara optimal insulin yang dihasilkan, terjadi lonjakan kadar gula dalam darah melebihi normal. Komplikasi yang sering dialami penderita DM tipe 2 adalah komplikasi pada kaki. Intervensi untuk mencegah atau memperlambat komplikasi banyak dikembangkan melalui penelitian intervensi antara lain senam kaki, massage kaki serta latihan rentang gerak sendi atau Range of Motion (ROM). Tujuan: mengetahui penerapan active lower ROM terhadap nilai ankle branchial index pasien DM tipe 2. Metode : menggunakan desain studi kasus. Subjek penerapan adalah seorang perempuan dengan diabetes melitus (DM). Hasil pengkajian sebelum penerapan active lower ROM nilai ABI 0,8 (borderline). Hasil pengkajian sebelum penerapan active lower ROM selama 3 hari, nilai ABI menurun menjadi 1,3 (normal). Penerapan avtive lower ROM mampu meningkatkan nilai ankle Brancial Index (ABI) pada penderita diabetes mellitus. Diharapkan keluarga mampu memotivasi untuk selalu melakukan active lower ROM sehingga mampu meningkatkan kekuatan otot pasien DM tipe 2

Full Text:

PDF

References


Magfirah, A. 2016). Perawatan Luka

Diabetes Melitus. Jakarta: Salemba Medika.

Pusat Data dan Informasi Kementerian

Kesehatan RI. (2021). Tetap Produktif,

Cegah dan Atasi Diabetes Melitus.

Medical Record Rumah Sakit Umum Daerah

Jenderal Ahmad Yani Metro. (2020).

Wijaya, A. S & Putri, Y. M. (2013).

Keperawatan Medikal Bedah (Keperawatan

Dewasa). Yogyakarta: Nuha Medika.

Suari, P. W. (2014). Pengaruh Pemberian

Active Lower ROM terhadap Perubahan

Nilai Ankle Branchial Index Pasien DM Tipe

di Wilayah Puskesmas II Denpasar Barat.

Fakultas Kedokterran Universitas Udayana.

Lukman & Ningsih, N. (2012). Asuhan

Keperawatan pada klien dengan gangguan

Sistem Muskuloskeletal. Jakarta: Salemba

Medika.

Wijaya, I. M. S. (2018). Perawatan Luka

dengan Pendekatan Multidisiplin. Penerbit

Andi.

Notoatmodjo, S. (2014). Metodologi

Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Irawan, D. (2010). Prevalensi dan Faktor

Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di

Daerah Urban Indonesia (Analisa Data

Sekunder Riskesdas 2007). Jakarta:

Universitas Indonesia.

Umar, HB. (2006). Faktor Determinan

kejadian Diabetes pada Orang Dewasa di

Indonesia (Analisis Data Sekunder SKRT

. Universitas Indonesia.

Suastika, K Dwipayana, P Semadi, MS &

Kuswardhani RAT. Age is an Important Risk

Factor for Type 2 Diabetes mellitus and

cardiovaskular Disease available at:

http://dx.doi.org/10.5772/52397.

Riskesdas. (2013). Riset Kesehatan Dasar

Badan Penelitian dan Pengembangan

Kesehatan Kementarian Kesehatan RI.

Jakarta

Ramadhan, N & Marissa, N. (2015).

Karakteristik Penderita Diabetes Melitus

Tipe 2 berdasarkan Kadar HBA 1 C di

Puskesmas Jayabaru Kota Banda Aceh. SEL

(2); 49 – 56.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Cendikia Muda

Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id