PENERAPAN RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP BANJARSARI KOTA METRO
(1) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(2) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(3) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(*) Corresponding Author
Abstract
Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering ditemui di masyarakat dan prevalensinya terus meningkat. Hipertensi mengakibatkan jantung bekerja lebih keras untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Hal ini dapat mengganggu aliran darah, merusak pembuluh darah, bahkan menyebabkan penyakit degeneratif, hingga kematian. Penatalaksanaan hipertensi terbagi menjadi dua yaitu penalaksanaan farmakologi dan penatalaksanaan nonfarmakologi. Selain penatalaksanaan hipertensi secara farmakologi dan nonfarmakologi, terdapat terapi komplementer untuk menurunkan tekanan darah salah satunya yaitu rendam kaki air hangat. Tujuan penerapan ini adalah membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi melalui rendam kaki air hangat di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari Kota Metro tahun 2022. Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus (case study). Subyek yang digunakan sebanyak 2 (dua) pasien hipertensi. Penerapan rendam kaki air hangat dilakukan 1 kali sehari selama 3 hari berturut-turut dengan durasi waktu 15-20 menit. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penerapan menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan rendam kaki air hangat tekanan darah pada kedua subyek yang mengalami penurunan. Bagi pasien hipertensi, diharapkan dapat melakukan rendam kaki air hangat secara mandiri karena dapat membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Â
Full Text:
PDFReferences
Rohmawati, D. L. (2020). Terapi Komplementer untuk Menurunkan Tekanan Darah (Evidence Based Practice). Bandung: CV. Media Sains Indonesia.
WHO, (2021). Hypertension. Diunduh pada tanggal 21 Maret 2022, Pukul 19.00 WIB dalam web site: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension.
Kemenkes RI. (2019). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Kementrian Kesehatan RI. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Dinkes Provinsi Lampung. (2021). Profil Kesehatan Provinsi Lampung. Germas. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
Medikal Record UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari. (2021). Jumlah Kunjungan Pasien Hipertensi tahun 2021.
Wijaya, S.A & Putri., M.Y. (2013). KMB 1: Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta: Nuha Medika.
Sari, Y N I. (2017). Berdamai dengan Hipertensi. Jakarta: Bumi Medika.
Harnani, Y & Axmalia, A. (2017). Terapi Rendam Kaki Menggunakan Air Hangat Efektif Menurunkan Tekanan Darah Pada Lanjut Usia. KESKOM. 2017;3(4):129-132.
Arafah, S., & Takalar, S. T. P. (2019). Pengaruh Rendam Kaki Dengan Menggunakan Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Pattallassang Kab. Talakar. J Media Keperawatan Politek Kesehat Makassar, 10(2).
Chaidir, R., Putri, A & Yantri, K. (2022). Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. 'AFIYAH, 9(1).
Muttaqin, A. (2012). Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular. Jakarta : Salemba Medika.
Black, J M & Hawks, J H. (2014). Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8. Buku 2. Jakarta : Salemba Medika.
Wulandari, S.T & Marliana, Y. (2018). Senam Kebugaran Lansia Memengaruhi Tekanan Darah Pada Wanita Menopause. Jurnal Kesehatan Prima. p-ISSN: 1978-1334 (Print); e-ISSN: 2460-8661 (Online).
Muhith, A & Siyoto, S. (2016). Pendidikan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Andi.
LeMone, P., Burke, KM & Bauldoff, G. (2015). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Volume 3. Alih Bahasa: Subekti, B N. Jakarta: EGC.
Kusumawaty, J., Hidayat, N., & Ginanjar, E. (2016). Hubungan Jenis Kelamin dengan Intensitas Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lakbok Kabupaten Ciamis. Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 16(2), 46-51.
Maulidina, F., Harmani, N., & Suraya, I. (2019). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Jati Luhur Bekasi Tahun 2018. ARKESMAS (Arsip Kesehatan Masyarakat), 4(1), 149-155.
Elvivin, E., Lestari, H., & Ibrahim, K. (2017). Analisis Faktor Risiko Kebiasaan Mengkonsumsi Garam, Alkohol, kebiasaan Merokok dan Minum Kopi terhadap Kejadian Dipertensi pada Nelayan Suku Bajo di Pulau Tasipi Kabupaten Muna Barat Tahun 2015. (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat), 1(3).
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Cendikia Muda
Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id