PENERAPAN TERAPI OKUPASI BERKEBUN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN SENSORI PERSEPSI HALUSINASI

Rizky Dwi Oktadinata1* Uswatun Hasanah2 Anik Inayati3
(1) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(2) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(3) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(*) Corresponding Author

Abstract

Halusinasi adalah hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal (pikiran) dan eksternal (dunia luar). halusinasi merupakan distorsi persepsi palsu yang terjadi pada respon neurobiologis mal adaptif. Halusinasi adalah persepsi yang tanpa dijumpai adanya rangsangan dari luar. Walaupun tampak sebagai sesuatu yang “khayal”, halusinasi sebenarnya merupakan bagian dari kehidupan mental penderita yang “teresepsi”. Penanganan pasien dengan halusinasi perlu dilakukan secara cepat dan tepat. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk membantu pasien risiko perilaku kekerasan untuk menurunkan tanda – gejalanya adalah dengan cara terapi okupasi berkebun. Tujuan penerapan ini adalah untuk mengetahui terapi okupasi terhadap perubahan tanda – gejala pada pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung tahun 2022. Desain karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus. Subyek yang digunakan adalah 2 (dua) subyek. Analisis data dilakukan dengan melihat perubahan tanda dan gejala sebelum dan sesudah dilakukan terapi okupasi berkebun. Hasil penerapan menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan terapi okupasi berkebun terjadi penurunan pada tanda gejala risiko perilaku kekerasan.

Full Text:

PDF

References


Kusumawati F dan Hartono Y. (2010). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta : Salemba Medika

Stuart G. (2016). Buku Saku Keperawatan Jiwa Edisi V. Jakarta : EGC

WHO (2019) Gangguan Jiwa, lembar fakta. Di unduh pada tanggal 5 Maret 2022 pukul 20.00 WIB, dari .

Riyadi, Sujono. & Teguh Purwanto. (2009). Asuhan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta : Graha Ilmu

Ridfah, A., Sri L. Wardiman, Titin R., Valda F., Wanda N. Azizah., Zalsabila H. (2021). Penerapan Terapi Okupasi “Menanam” Pada Pasien Jiwa RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan. IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol. 1., No. 1, 2021

Dermawan, D. & Rusdi. (2013). Keperawatan jiwa: konsep dan kerangka kerja asuhan keperawatan jiwa. Yogyakarta : Gosyen Publishing

Dwi Oktiviani, P. (2020). Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Tn. K dengan masalah Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran di Ruang Rokan Rumah Sakit Jiwa Tampan (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Riau).

Robinson, D, Predictors of relapse following response from first episode of schizophrenia or schizoaffective disorder, department of Psychiatry, Hillside Hospital, Long Island. 2008.

Cynthia M, Taylor. 2010. Diagnosa Keperawatan: Dengan Rencana Asuhan. Edisi 10. Jakarta : EGC

Kretchy, I. A., Osafo, J., Agyemang, S. A., Appiah, B., & Nonvignon, J. (2018). Psychological burden and caregiver-reported non-adherence to psychotropic medications among patients with schizophrenia. Psychiatry research, 259, 289-294.

Fitri, N. Y. (2019). Pengaruh Terapi Okupasi terhadap Gejala Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Rawat Inap di Yayasan Aulia Rahma Kemiling Bandar Lampung. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, 7(1), 33. https://doi.org/10.47218/jkpbl.v7i1.58


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Cendikia Muda

Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id