IMPLEMENTASI BALLON BLOWING EXERCISE TERHADAP SATURASI OKSIGEN PASIEN PPOK DI RUANG PARU
(1) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(2) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(3) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(*) Corresponding Author
Abstract
Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah gangguan pernapasan dengan hambatan aliran udara yang bersifat progresif dan tidak dapat kembali normal akibat peradangan paru terhadap paparan gas atau partikel berbahaya. PPOK menyebabkan gangguan pertukaran gas yang menurunkan saturasi oksigen akibat ketidakseimbangan ventilasi-perfusi. Apabila tidak ditangani dengan baik dapa t berdampak terhadap terjadinya hipoksemia, sianosis, penurunan konsentrasi dan perubahan mood hingga kematian akibat kerusakan sel. Penatalaksanaan non farmakologi yang dapat diberikan pada pasien PPOK diantaranya adalah dengan latihan pernapasan blowing ballons exercise. Tujuan implementasi ini adalah mengidentifikasi saturasi oksigen pasien PPOK sebelum dan setelah diberikan ballon blowing exercise. Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus. Responden yang digunakan dua pasien PPOK. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik Subjek I dan II yang dapat meningkatkan risiko PPOK serta memengaruhi perubahan saturasi oksigen mencakup jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendidikan, dan perilaku merokok. Sebelum diberikan terapi balloon blowing exercise, nilai saturasi oksigen Subjek I sebesar 94% dan Subjek II sebesar 92%, keduanya masih berada di bawah ambang batas normal. Setelah intervensi, saturasi oksigen mengalami peningkatan, yaitu menjadi 97% pada Subjek I dan 96% pada Subjek II, sehingga sudah berada dalam kisaran normal. Disarankan pasien dapat menerapkan ballon blowing exercise secara mandiri untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen.
Full Text:
PDFReferences
Wang, R. et al. Evaluation of Risk Factors for Chronic Obstructive Pulmonary Disease in the Middle-Aged and Elderly Rural Population of Northeast China Using Logistic Regression and Principal Component Analysis. Risk Manag. Healthc. Policy 15, 1717–1726 (2022).
Wachami, N. et al. Estimating the global prevalence of chronic obstructive pulmonary disease (COPD): a systematic review and meta-analysis. BMC Public Health 24, 1–16 (2024).
WHO. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). 1–4 (2024). Tersedia pada: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chronic-obstructive-pulmonary-disease-(copd). (Diakses: 12 Maret 2025)
Antariksa, B. et al. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), 2023).
Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar 2013. (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI, 2013).
Black, J. M. & Hawks, J. H. Keperawatan Medikal Bedah: Manajemen Klinis untuk Hasil yang Diharapkan. 3, (Elsevier Inc, 2019).
Brill, S. E. & Wedzicha, J. A. Oxygen therapy in acute exacerbations of chronic obstructive pulmonary disease. Int. J. COPD 9, 287–293 (2022).
Mertha, I. M., Putri, P. J. Y. & Suardana, I. ketut. Pengaruh Pemberian Deep Breathing Exercise Terhadap Saturasi Oksigen Pada Pasien PPOK. J. Gema Keperawatan 3, 1–9 (2018).
Kowalak, J. P., Welsh, W. & Mayer, B. Buku Ajar Patofisiologi. (Buku Kedokteran EGC, 2017).
Hidayat, A. S., Sofiani, Y. & Agung, R. N. Efektivitas tiupan blowing balloon exercise terhadap saturasi oksigen pada pasien penyakit paru obstruksi kronik di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang. J. Ilmu Kesehat. Bhakti Husada Heal. Sci. J. 15, 219–229 (2024).
Nita, T. A., Prajayanti, E. D. & Wulandari, I. Penerapan Terapi Ballon Blowing Terhadap Saturasi Oksigen pada Pasien PPOK di Bangsal Flamboyan 7 RSUD Dr.Moewardi Surakarta. DIAGNOSA J. Ilmu Kesehat. dan Keperawatan 2, 90–99 (2024).
Kosayriyah, S. D., Hafifah, V. N., Munir, Z. & Rahman, H. F. Analisis Efektifitas Pursed Lip Breathing dan Balloon Blowing untuk Meningkatkan Saturasi Oksigen pada Pasien COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease). J. Sains dan Kesehat. 3, 328–334 (2021).
Misra, A., Pawar, R. & Pal, A. Effect of Balloon-Blowing Exercise on Oxygen Saturation in COVID-19 Patients. Cureus 15, 1–6 (2023).
Astriani, N. M. D. Y., Dewi, P. I. S. & Yanti, K. H. Relaksasi Pernafasan dengan Teknik Ballon Blowing terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien PPOK. J. Keperawatan Silampari 3, 426–435 (2020).
Potter, P. A. & Perry, A. G. Fundamental of Nursing: Fundamental Keperawatan. Buku 3 (Elsevier Inc, 2017).
Nurfitriani & Ariesta, D. M. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Pada Pasien Poliklinik Paru di RSUD Meuraxa. J. Sains Ris. 11, 458 (2021).
Safitri, Y. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Derajat Keparahan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Semarang (Universitas Negeri Semarang, 2016).
Lukito, A. Hubungan Faktor Resiko Dengan Kejadian Pada Penyakit Paru Obstruksi Kronik Di Puskesmas Mandala. J. Penelit. Keperawatan Med. 1, 43–47 (2019).
Isakh, B. M., Eryando, T., Hananto, M. & Hermawan, A. Pajanan Polutan Dalam/Luar Rumah dan Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronis Pada Responden Studi Kohor PTM di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat. J. Ekol. Kesehat. 16, 140–149 (2017).
Ekaputri, M. Karakteristik Demografi Pasien Dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). J. Kesehat. Saintika Meditory 6, 85–93 (2023).
Adiana, I. N. & Maha Putra, I. N. A. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dan Komorbiditas Dengan Perilaku Perawatan Diri Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). J. Ris. Kesehat. Nas. 7, 72–77 (2023).
Inayati, A., Ayubbana, S., Dewi, N. R. & Pakarti, A. T. Latihan Bernapas Dengan Bibir Mengerucut (Pursed Lip Breathing) Terhadap Saturasi Oksigen Pasien PPOK. J. GEEJ 7, 585–594 (2020).
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Cendikia Muda
Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id