IMPLEMENTASI RELAKSASI OTOT PROGRESIF (PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION) TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN
(1) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(2) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(3) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(*) Corresponding Author
Abstract
Halusinasi pendengaran merupakan salah satu bentuk gejala pada skizofrenia, kondisi ini sering menimbulkan kecemasan yang dapat berdampak negatif pada konsentrasi, motivasi, serta kualitas hidup pasien. Intervensi yang telah banyak terbukti membantu mengatasi kecemasan diantaranya relaksasi otot progresif yang bekerja melalui mekanisme relaksasi otot dan pengaktifan sistem saraf parasimpatis. Tujuan implementasi ini adalah mengidentifikasi tingkat kecemasan pasien halusinasi pendengaran sebelum dan setelah pemberian terapi relaksasi otot progresif (progressive muscle relaxation). Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus. Responden yang digunakan dua pasien halusinasi pendengaran. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif. Hasil implementasi menunjukkan karakteristik demografis yang berperan dalam memengaruhi terjadinya halusinasi meliputi usia, jenis kelamin, status pernikahan, tingkat pendidikan, serta riwayat keluarga. Sebelum implementasi intervensi, kedua subjek menunjukkan tingkat kecemasan dalam kategori sedang, meskipun skor HRS-A yang diperoleh berbeda, yaitu 24 pada subjek I dan 26 pada subjek II. Setelah implementasi, terjadi penurunan tingkat kecemasan pada subjek, yaitu telah berada pada kategori cemas ringan dengan skor HRS-A masing-masing 20. Disimpulkan bahwa relaksasi otot progresif dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan pasien halusinasi pendengaran.
Full Text:
PDFReferences
Nurhalimah. Modul Bahan Ajar Cetak Keperawatan Jiwa. (Kemenkes RI; Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, 2016).
Mustopa, R. F., Minarningtyas, A. & Nurillawaty, A. Pengaruh Terapi Okupasi Aktivitas Waktu Luang (Menyapu, Membersihkan Tempat Tidur, Menanam Tanaman dan Menggambar) terhadap Gejala Halusinasi Pendengaran. J. Gema Keperawatan 14, 40–49 (2021).
Evanti, A. R. Relaksasi Otot Progresif untuk Mengurangi Kecemasan pada Penderita Skizofrenia. Procedia Stud. Kasus dan Interv. Psikol. 5, 1–7 (2017).
WHO. Skizofrenia. World Health Organization (2022). Tersedia pada: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/schizophrenia. (Diakses: 1 Januari 2023)
Kemenkes RI. Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 (SKI) Dalam Angka. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, 2024).
Muhith, A. Pendidikan Keperawatan Jiwa: Teori dan Aplikasi. (Andi Offset, 2017).
Yosep, I. Keperawatan Jiwa (Edisi Revisi). (PT. Refika Aditama, 2019).
Chen, W. C. et al. Efficacy of progressive muscle relaxation training in reducing anxiety in patients with acute schizophrenia. J. Clin. Nurs. 18, 2187–2196 (2019).
Maulana, I., Platini, H., Hendrawati & Amira, I. Efektivitas Progressive Muscle Relaxation Techniques Terhadap Kecemasan Pada Pasien Skizofrenia: Literature Review. J. Keperawatan ’Aisyiyah 10, 17–45 (2023).
Kurniawati, S. A., Mawaddah, N. & Ariyanti, F. W. Terapi aktifitas kelompok: stimulasi persepsi mengatasi kecemasan pasien halusinasi di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. J. Nurs. Pract. Educ. 4, 105–113 (2023).
Putri, D. M. P. & Amalia, R. N. Terapi Komplementer Konsep dan Aplikasi Dalam Keperawatan. (PT. Pustaka Baru, 2019).
Alvionita, S., Wongkar, D. & Pasiak, T. F. Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Kecemasan. eBiomedik 10, 42–49 (2022).
Ari, P. L. D. & Pratiwi, A. Pengaruh Relaksasi Progresif Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Skizofrenia di RS Jiwa Daerah Surakarta. J. Univ. Muhammadiyah Surakarta 1, 27–34 (2022).
Mumtazah, N. A., Priscilia, C. E., Sholikhah, S. & Rokhman, A. Pengaruh Teknik Relaksasi Progresif Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Klien Skizofrenia di Yayasan Giya Cinta Kasih Jombang. Seroja Husada J. Kesehat. Masy. 1, 372–383 (2024).
Livana et al. Peningkatan Kemampuan Pasien dalam Mengontrol Halusinasi Melalui Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi. J. Ners Widya Husada 5, 35–40 (2020).
Larøi, F. et al. An epidemiological study on the prevalence of hallucinations in a general-population sample: Effects of age and sensory modality. Psychiatry Res. 272, 707–714 (2019).
Chu, C. C., Abi-Dargham, A., Ackerman, B., Cętingök, M. & Klein, H. E. Sex differences in schizophrenia. Int. J. Soc. Psychiatry 35, 237–244 (2018).
Luo, Y. et al. Gender difference in the association between education and schizophrenia in Chinese adults. BMC Psychiatry 20, 1–7 (2020).
Suessenbacher-Kessler, S. et al. A relationship of sorts: gender and auditory hallucinations in schizophrenia spectrum disorders. Arch. Womens. Ment. Health 24, 709–720 (2021).
Lelono, S. K., Damayanti, R. & Ardinata. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. (LP2M IAIN raden Intan, 2019).
Sianturi, S. F. Aplikasi Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Ny. Y dengan Masalah Hausinasi. Karya Tulis Ilm. 1, 1–42 (2021).
Syarif, F., Zaenal, S. & Supardi, E. Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. J. Ilm. Kesehat. diagnosis 15, 327–331 (2020).
Saman, Z. H. A., Novitayani, S. & Alfiandi, R. Asuhan Keperawatan Pada Tn . My dengan Risiko Perilaku Kekerasan Menggunakan Terapi Generalis dan Latihan Relaksasi Otot Progresif. IJM Indones. J. Multidiscip. 2, 956–969 (2024).
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Cendikia Muda
Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id