PENERAPAN PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS IRINGMULYO KEC. METRO TIMUR

Alfiatus Zahro1* Nia Risa Dewi2 Tri Kesuma Dewi3
(1) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(2) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(3) Akademi Keperawatan Dharma Wacana
(*) Corresponding Author

Abstract

Penyakit menular seksual (PMS) adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Terdapat sekitar 1 juta kasus PMS setiap hari terjadi di dunia dan telah menyebabkan 2,3 juta kematian setiap tahunnya. PMS telah menimbulkan beban morbiditas dan mortalitas yang tinggi terutama di negara-negara berkembang yang memiliki sumber daya terbatas. Salah satu peran perawat dalam upaya meningkatkan pengetahuan sebagai bentuk pencegahan pertama adalah menjadi edukator atau melakukan promosi kesehatan. Peran ini dilakukan dengan membantu klien dalam meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan, gejala penyakit bahkan tindakan yang diberikan sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Tujuan penerapan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang penyakit menular seksual melalui pendidikan kesehatan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Iringmulyo Kec. Metro Timur. Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus. Subjek yang digunakan dua orang remaja. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif.  Hasil penerapan menunjukkan bahwa karaktersitik subyek I berumur 16 tahun, jenis kelamin laki-laki, pendidikan SMA dan subjek II berumur 16 tahun, jenis kelamin perempuan, pendidikan SMA. Sebelum diberikan pendidikan pengetahuan subyek I dan subjek II termasuk dalam kategori kurang (skor 40%) dan setelah penerapan pengetahuan kedua subjek mengalami peningkatan dan masuk dalam kategori baik (skor 75%). Diharapan pemberian edukasi kepada remaja terus dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya penyakit menular seksual

Full Text:

PDF

References


Matahari, R. & Utami, F. P. (2018). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Infeksi Menular Seksual. (CV. Pustaka Ilmu Group).

WHO. Sexually transmitted infections (STIs). World Health Organization (2022). Tersedia pada: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sexually-transmitted-infections-(stis)#:~:text=More than 1 million sexually,%2C gonorrhoea%2C syphilis and trichomoniasis. (Diakses: 4 Februari 2023).

P2P Kemenkes RI. (2021). Laporan Perkembangan HIV AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) Tahun 2021. (Direktoral Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI.

Kemenkes RI. (2016). Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Menular Seksual. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Hidayat, A. A. (2015). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. (Salemba Medika).

Notoatmodjo, S. (2014). Promosi Kesehatan Teori & Aplikasi. (PT. Rineka Cipta.

Fuad, A. & Batubara, S. (2020). Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Tentang Penyakit Menular Seksual (PMS) Pada Siswa Kelas XI IPA SMA Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat Tahun 2018. BEST J. (Biology Educ. Sains Technol. 3, 09–16.

Zainuddin, S., Risnah, R. & Irwan, M. (2020). Penyuluhan Kesehatan Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Penyakit Menular Seksual. BIMIKI (Berkala Ilm. Mhs. Ilmu Keperawatan Indones. 8, 1–6).

Budiman & Riyanto, A. (2013). Kapita Selekta Kuesioner: Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan. (Salemba Medika).

Sary, Y. N. E.(2017) Perkembangan kognitif dan emosi psikologi masa remaja awal. J. Pengabdi. Kpd. Masy. 01, 6–12.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Cendikia Muda

Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id