IMPLEMENTASI TERAPI MUSIK TERHADAP TANDA DAN GEJALA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN

Nanda Saputra1* Nury Luthfiyatil Fitri2 Uswatun Hasanah3
(1) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(2) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(3) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(*) Corresponding Author

Abstract

Halusinasi, terutama berupa suara yang tidak nyata, merupakan gejala umum pada gangguan jiwa seperti skizofrenia, yang dapat menimbulkan perubahan perilaku, ketakutan, dan hilangnya kontrol diri. Terapi musik, melalui irama lembut dan teratur, merupakan salah satu bentuk terapi yang dapat membantu mengurangi gejala halusinasi serta meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional pasien. Tujuan implementasi ini adalah mengidentifikasi tanda gejala pasien halusinasi pendengaran sebelum dan setelah pemberian terapi musik. Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus. Responden yang digunakan dua pasien halusinasi pendengaran. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif. Hasil implementasi menunjukkan karakteristik subyek yang dapat memengaruhi halusinasi meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, riwayat pengalaman masa lalu, dan cita-cita yang tidak tercapai. Sebelum pemberian implementasi terapi musik, rata-rata tanda dan gejala halusinasi kedua subjek tergolong tinggi, yaitu Subjek I 66,7% dan Subjek II 58,3%. Setelah implementasi, terjadi penurunan gejala halusinasi yaitu Subjek I menurun menjadi 33,3% dan Subjek II 25,0%. Disimpulkan bahwa terapi musik efektif dalam mengurangi tanda dan gejala halusinasi pendengaran.

Full Text:

PDF

References


Riyana, A. et al. Penerapan Terapi Musik pada Pasien Halusinasi Pendengaran di Ruang Tanjung RSUD Kota Banjar 1. JKM J. Kesehat. Mahardika 11, 1–8 (2024).

Apriliani, T. S. D., Fitriyah, E. T. & Kusyani, A. Pengaruh Terapi Musik Terhadap Perubahan Perilaku Penderita Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Skizofrenia: Tinjauan Literatur. J. Ilm. Keperawatan (Scientific J. Nursing) 7, 60–69 (2021).

Evanti, A. R. Relaksasi Otot Progresif untuk Mengurangi Kecemasan pada Penderita Skizofrenia. Procedia Stud. Kasus dan Interv. Psikol. 5, 1–7 (2017).

WHO. Skizofrenia. World Health Organization (2022). Tersedia pada: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/schizophrenia. (Diakses: 1 Januari 2023)

Kemenkes RI. Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 (SKI) Dalam Angka. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, 2024).

Sulistyowati, E. T. Penerapan Terapi Musik Mozart Pada Pasien Halusinasi Pendengaran. J. Penelit. Perawat Prof. 6, 1333–1336 (2024).

Faozi, T. H., Pujianto, U., Wijayanti, W. I. & Apriliyani, I. Efektivitas Terapi Musik Untuk Mengurangi Halusinasi Pendengaran pada Pasien Halusinasi Pendengaran. J. Penelit. Perawat Prof. 7, 281–286 (2025).

Setyoadi & Kushariyadi. Terapi Modalitas Keperawatan Pada Klien Psikogeriatrik. (Salemba Medika, 2021).

Yanti, D. A., Karokaro, T. M., Sitepu, K., . P. & Br Purba, W. N. Efektivitas Terapi Musik Terhadap Penurunan Tingkat Halusinasi Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr.M. Ildrem. J. Keperawatan Dan Fisioter. 3, 125–131 (2020).

Badcock, J. C., Dehon, H. & Larøi, F. Hallucinations in healthy older adults: An overview of the literature and perspectives for future research. Front. Psychol. 8, 1–14 (2021).

Livana et al. Peningkatan Kemampuan Pasien dalam Mengontrol Halusinasi Melalui Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi. J. Ners Widya Husada 5, 35–40 (2020).

Wulandari, A. & Febriana, A. I. Kejadian Skizofrenia pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. HIGEIA (Journal Public Heal. Res. Dev. 7, 562–573 (2024).

Lelono, S. K., Damayanti, R. & Ardinata. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. (LP2M IAIN raden Intan, 2019).

Agerbo, E., Byrne, M., Eaton, W. W. & Mortensen, P. B. Marital and Labor Market Status in the Long Run in Schizophrenia. Arch. Gen. Psychiatry 61, 28–33 (2020).

Sianturi, S. F. Aplikasi Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Ny. Y dengan Masalah Hausinasi. Karya Tulis Ilm. 1, 1–42 (2021).

Abdelmalik, P., Husted, J., Chow, E. W. C. & Bassett, A. S. Childhood head injury and expression of schizophrenia in multiply affected families. Arch. Gen. Psychiatry 60, 231–236 (2016).

McGowan, A. L. et al. Controllability of Structural Brain Networks and the Waxing and Waning of Negative Affect in Daily Life. Biol. Psychiatry Glob. Open Sci. 2, 432–439 (2022).

Varese, F. et al. Childhood adversities increase the risk of psychosis: A meta-analysis of patient-control, prospective-and cross-sectional cohort studies. Schizophr. Bull. 38, 661–671 (2019).

Syarif, F., Zaenal, S. & Supardi, E. Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. J. Ilm. Kesehat. diagnosis 15, 327–331 (2020).

Solehati, T. & Kosasih, C. E. Konsep & aplikasi relaksasi dalam keperawatan maternitas. (PT. Refika Aditama, 2018).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Cendikia Muda

Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id