IMPLEMENTASI DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP NYERI PASIEN PASCA APENDIKTOMI
(1) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(2) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(3) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dharma Wacana
(*) Corresponding Author
Abstract
Apendisitis merupakan penyebab utama pembedahan darurat di seluruh dunia. Pasien pasca apendiktomi sering mengalami nyeri yang dapat menghambat penyembuhan. Manajemen nyeri menjadi aspek penting dalam keperawatan, salah satunya melalui deep breathing exercise, yaitu teknik relaksasi napas dalam yang sederhana, murah, dan efektif menurunkan intensitas nyeri melalui peningkatan relaksasi tubuh. Tujuan implementasi ini adalah mengidentifikasi nyeri pasien pasca apendiktomi sebelum dan setelah pemberian implementasi deep breathing exercise. Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus. Responden yang digunakan dua pasien apendiktomi. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif. Hasil studi menunjukkan bahwa responden I merupakan seorang laki-laki berusia 64 tahun. Sedangkan responden II yaitu seorang perempuan, berusia 17 tahun. Sebelum implementasi deep breathing exercise, kedua responden mengalami nyeri dalam kategori sedang, dengan skala nyeri 5 pada responden I dan skala 6 pada responden II. Setelah implementasi deep breathing exercise, kedua responden mengalami penurunan nyeri ke skala 1, yang termasuk dalam kategori nyeri ringan. Disimpulkan bahwa implementasi deep breathing exercise efektif menurunkan intensitas nyeri pada pasien pasca apendiktomi, ditunjukkan dengan penurunan skala nyeri dari kategori sedang menjadi ringan.
Full Text:
PDFReferences
Kowalak, J. P., Welsh, W. & Mayer, B. Buku Ajar Patofisiologi. (Buku Kedokteran EGC, 2017).
Smeltzer, S. C. Keperawatan medikal bedah Brunner & Suddarth. (Buku Kedokteran EGC, 2018).
Cherian, M. N., Noel, L., Buyanjargal, Y. & Salik, G. Essential emergency surgical, procedures in resource-limited facilities: a WHO workshop in Mongolia. World Hosp. Health Serv. 40, 24–29 (2021).
Guan, L. et al. The global, regional, and national burden of appendicitis in 204 countries and territories, 1990–2019: a systematic analysis from the Global Burden of Disease Study 2019. BMC Gastroenterol. 23, 1–13 (2023).
Kheru, A., Sudiadnyani, N. P. & Lestari, P. Perbedaan Jumlah Leukosit Pasien Apendisitis Akut dan Perforasi. J. Ilm. Kesehat. Sandi Husada 11, 161–167 (2022).
Wendari, A., Kusumajaya, H. & Faizal, K. M. Penyakit Apendisitis Di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2023. J. Kesehat. tam 6, 1252–1260 (2025).
Marie. 11 Penyebab Usus Buntu Akut dan Pecah. Penyakit dan Kelainan 9 (2024). Tersedia pada: https://dokterpencernaan.com/penyebab-usus-buntu.
LeMone, P., Burke, K. M. & Bauldoff, G. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. 2, (Buku Kedokteran EGC, 2019).
Muttaqin, A. & Sari, K. Gangguan Gastrointestinal Aplikasi Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. (Salemba Medika, 2018).
Black, J. M. & Hawks, J. H. Keperawatan Medikal Bedah: manajemen klinis untuk hasil yang diharapkan. 1, (Elsevier Inc, 2019).
LeMone, P., Burke, K. M. & Bauldoff, G. Buku ajar keperawatan medikal bedah. 1, (Buku Kedokteran EGC, 2019).
Solehati, T. & Kosasih, C. E. Konsep & aplikasi relaksasi dalam keperawatan maternitas. (PT. Refika Aditama, 2018).
Nurgiwiati, E. Terapi Alternatif & Komplementer Dalam Bidang Keperawatan. (In Media, 2019).
Mubarak, W. I., Indrawati, L. & Susanto, J. Buku Ajar Ilmu Keperawatan Dasar. Buku 2 (Salemba Medika, 2018).
Hamarno, R., Ciptaningtyas, M. D. & H, M. H. Deep Breathing Exercise (DBE) dan Tingkat Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Laparatomi. J. Appl. Nurs. (Jurnal Keperawatan Ter. 3, 31 (2019).
Ronika, R. D., Susilo, C. B., Istianah, U., RN, S. & Ernawati, B. Penggunaan Teknik Relaksasi Deep Breathing Untuk Memenuhi Kebutuhan Rasa Nyaman Nyeri Pasien Post Operasi Apendiktomi. IJOH Indones. J. Public Heal. 01, 70–78 (2023).
Lestari, S. A. & Ndinde, D. La. Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Penurnan Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Apenditis. Semin. Nas. Kesehat. 1, 177–182 (2020).
Zakiyah, A. Nyeri: Konsep dan Penatalaksanaan dalam Praktek Keperawatan Berbasis Bukti. (Salemba Medika, 2018).
Lautenbacher, S., Peters, J. H., Heesen, M., Scheel, J. & Kunz, M. Age changes in pain perception: A systematic-review and meta-analysis of age effects on pain and tolerance thresholds. Neuroscience and Biobehavioral Reviews 75, 104–113 (2017).
Hussain, A. M., Khan, F. A., Ahmed, A., Chawla, T. & Azam, S. I. Effect of gender on pain perception and analgesic consumption in laparoscopic cholecystectomy: An observational study. J. Anaesthesiol. Clin. Pharmacol. 29, 337–341 (2019).
Dewi, S. E., Petpichetchian, W. & Songwathana, P. Comparison of pain experiences between Javanese and Batak patients undergoing major surgery in Medan, Indonesia. J. Heal. Sci. Med. Res. 25, 247–258 (2019).
Walmsley, P. N. H., Brockopp, D. Y. & Gene, W. le of Prior Pain The Expectations on Post0. J. Pain Symptom Manage. 7, 34–37 (2018).
Setyoadi & Kushariyadi. Terapi Modalitas Keperawatan Pada Klien Psikogeriatrik. (Salemba Medika, 2021).
Pertiwi, R. A. & Prihati, D. R. Penerapan Slow Deep Breathing Untuk Menurunkan Keletihan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik. J. Manaj. Asuhan Keperawatan 4, 14–19 (2020).
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Cendikia Muda
Diterbitkan oleh :
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Akademi Keperawatan Dharma Wacana
Jl. Kenanga No.03 Mulyojati 16C Metro Barat Kota Metro Lampung
Telp. 0725-46685
Faks. 0725-46685
Email: jurnalcendikiamuda@akperdarmawacana.ac.id